MENGAPA IBADAH HAJI KE MEKKAH (Kajian AlQur’an tematis)

Jika orang mendapatkan pertanyaan seperti itu,   ternyata masing-masingnya memberikan jawaban yang satu sama lain berbeda.   Jawaban yang diberikan umumnya sesuai dengan tingkat kemampuan dalam pemahaman tentang pengertian Haji itu sendiri.   Namun kebanyakan jawaban yang diberikan karena dia adalah ketentuan dalam ajaran Islam yang harus diyakini,  tanpa memberikan alasan yang memberikan informasi sebagai bahan pemikiran.  

Keterangan yang selama ini disampaikan oleh para ahli agama dan juga pelajaran-pelajaran di Sekolah dari tingkat Dasar sampai Perguruan Tinggi,  bahwa Rukun Islam itu ada lima yaitu : 

  1. Syahadat (membaca dua kalimat Syahadat). 
  2. Shalat     ( melakukan Shalat lima waktu   ). 
  3. Zakat      ( memberikan bahan pokok dengan ukuran tertentu). 
  4. Puasa      ( melakukan Puasa pada setiap bulan Romadhon ). 
  5. H a j i      ( melakukan ibadah Haji ke tanah suci Mekkah ). 

Dari pengertian dan susunan serta urutan yang seperti itu seolah-olah bahwa ibadah Haji itu dianggap sebagai penyempurna dalam Ibadah menurut ajaran Islam.  Oleh karena itu banyak diantara umat Islam yang berusaha untuk berangkat melakukan ibadah Haji,  walaupun sebenarnya belum memadahi baik dalam bidang ilmu maupun dalam hal materi.

Banyak diantara umat Islam yang berangkat menunaikan ibadah Haji dengan menjual harta yang merupakan modal pokok dalam kehidupannya,  misalnya ada yang menjual tanahnya yang sebenarnya tanah yang dijual itu merupakan hal pokok sebagai tempat tinggal atau mungkin bisa untuk tempat usaha bagi anak-anaknya,  namun terpaksa dijual karena terdorong oleh keinginannya untuk melaksanakan ibadah Haji,  seolah-olah ibadahnya sudah sempurna kalau dia sudah melaksanakan ibadah Haji,  karena dia dianggap sebagai Rukun Islam yang terakhir. 

Pemahaman dan pemikiran seperti itu rasanya perlu dikaji ulang dan kemudian diluruskan,  agar setiap ibadah yang kita lakukan memperoleh manfaat dan pelakunya menjadi lebih mantap dalam melaksanakan ibadah selanjutnya.  

Sebelum keterangan tentang ibadah Haji ini berlanjut,  alangkah baiknya kalau kita menengok tentang sejarah kota Mekkah walau secara ringkas seperlunya. 

Secara geografis kota Mekkah terletak di wilayah Arab Saudi,  suatu Negara yang berbentuk Kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja.  Berdasarkan beberapa catatan diketahui luasnya 870.  000 mil,  yang terletak disebelah timur laut merah yang berbatasan dengan :Yordan,  Irak,  Kuwait,  Bahrain,  Qatar,  Emirat Arab,  Oman dan Yaman.  Arab Saudi merupakan suatu daerah yang sangat panas,  mungkin yang paling panas di muka Bumi ini,  sehingga tercatat dan pernah mencapai 50 derajat lebih,  dan pada musim dingin mencapai 0 derajat Celcius dengan kesejukan yang membekukan tetapi kering tanpa air.  

Mekkah merupakan kota suci yang senantiasa didatangi oleh para jemaah Haji setiap tahun dari berbagai penduduk seluruh pelosok Bumi ini yang beragama Islam untuk melaksanakan ibadah Haji,  dan meramaikan Masjidil Haraam di pusat kota Mekkah itu yang terletak 40 derajat Bujur Timur dan 22 derajat Lintang Utara. 

Tercatat dalam sejarah bahwa dulunya Negara Arab Saudi sangat ketinggalan dalam bidang ekonomi,  karena ketika itu masih berbentuk propinsi-propinsi dengan Kerajaan-Kerajaan yang umumnya sangat menggantungkan dari para pendatang dari luar yang melaksanakan ibadah Haji kesana. 

Pada tanggal 23 – September – 1932,  terbentuklah persatuan Kerajaan Saudi Arabia,  maka pada saat itu terjadilah sistim pembangunan yang merata dalam segala bidang,  sehingga tercatat menjadi Negara yang terkemuka dalam forum International. 

Sebenarnya kalau diperhatikan bahwa wilayah Arab Saudi terdiri dari padang pasir dan pegunungan batu,  namun demikian saat sekarang sistim per-airan telah dibuat dengan tekhnologi yang sudah sangat maju,  sehingga daerah yang dulunya sangat gersang sekarang telah menjadi daerah hijau yang sangat indah

Pembangunan jalan-jalan yang cukup luas yang menghubungkan antar kota,  yang menjadikan komunikasi menjadi lebih lancar.  Dibangun juga kota-kota baru yang merupakan perluasan kota lama,  juga dibangun pelabuhan-pelabuhan dan lapangan terbang berkapasitas International

Kondisi sekarang ini Arab Saudi tergolong Negara yang kaya karena tambang minyaknya yang banyak di eksport ke Negara lain.  Bahkan menurut penelitian para ahli telah diketemukan adanya endapan Magnesium,  Perak,  Perunggu dan Emas di daerah pegunungannya yang belum sempat diolah.

Sampai saat ini masih banyak menimbulkan pertanyaan bagi para Sarjana, kenapa di daerah yang tandus seperti itu didapatkan banyak tambang yang begitu banyak. Bahkan banyak kalangan ilmuwan belum bisa mengungkapkan secara ilmiah, kenapa terjadi seperti itu justru berada di daerah yang bolah dikatakan daerah tandus dan kering.

Sebenarnya orang akan dapat mengetahui keadaan Arab Saudi itu tentang yang sesungguhnya kalau orang mau secara serius mempelajari Ilmu geologi menurut yang diterangkan Alqur’an,  karena keterangan itu datangnya dari Allah yang mewujudkan Bumi ini maka pastilah benar adanya.  

Dulunya Nabi Ibrahim pernah berdo’a untuk Negri itu,  padahal waktu itu masih berupa Negri yang gersang dan tandus.  Namun Ibrahim sebagai seorang Nabi pastilah dalam melakukan do’a bukan sembarang berdo’a,  karena memang Ibrahim mengetahui posisi Mekkah dipandang dari ilmu geologi. 

Perhatikan do’a Nabi Ibrahim dalam Alqur’an :

Surat Al Baqarah (2) Ayat 126 :

Dan ketika Ibrahim berkata:” Tuhanku,  jadikan Negri ini aman,  dan berilah rezki penduduknya dari buah-buahan,  yang beriman diantara mereka pada Allah dan Hari akhir.  DIA berfirman:”Dan siapa yang kafir,  maka akan AKU beri dia kelengkapan sedikit,  kemudian AKU paksa dia kepada siksaan Neraka,  dan tempat kembali yang jahat”.  

Kalau diperhatikan do’a Nabi Ibrahim itu sepertinya tidak masuk akal,  karena ketika itu Mekkah dalam keadaan gersang dan tandus,  kenapa Ibrahim berdo’a agar diberikan rezki dari buah-buahan ? Namun karena memang Ibrahim mengetahui posisi Mekkah secara astronomis maupun geologis,  maka do’a semacam itu pasti sudah diperhitungkan oleh Ibrahim. 

Kenyataannya do’a Nabi Ibrahim itu sekarang telah terlaksana melalui para jemaah Haji setiap tahun ke kota itu dan hal itu akan berlangsung terus.  

Do’a itu juga bukan secara kebetulan tetapi memang Ibrahim adalah seorang yang telah dipilih oleh Allah tentang berbagai hal termasuk ilmu. 

Untuk itu perhatikan Ayat berikut ini :

Surat Al Baqarah (2) Ayat 130 :

Dan siapa yang membenci ajaran Ibrahim,  kecuali dia telah memperbodoh dirinya.  Sesungguhnya telah Kami pilih dia di dunia,  dan sesungguhnya dia di akhirat termasuk orang-orang sholeh.  

Ibrahim adalah sosok yang telah dipilih oleh Allah sendiri di dunia ini,  dan kemudian dia diberi ilmu oleh Allah terutama tentang keadaan Bumi ini dan wilayah Tatasurya kita,  sesuai dengan maksud Ayat berikut ini :

Surat Al An’am (6) Ayat 75 :

Dan seperti itulah Kami perlihatkan pada Ibrahim kerajaan samawat dan Bumi ini agar dia termasuk orang-orang yang yakin (mendapat kepastian).  

Dari Ayat ini dapat dimengerti bahwa Nabi Ibrahim ternyata pernah juga ditunjukkan kerajaan samawat artinya di planet-planet itu agar mendapatkan kepastian tentang keimanannya karena sebelum itu Ibrahim pernah mencari Tuhan yang harus disembah sebagaimana diterangkan pada Surat/Ayat : 6/76 s.d  6/78. 

Maka ditunjukkan kerajaan di samawat berarti Ibrahim melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri,  berarti berangkat kesana sebagaimana juga Nabi Muhammad dimasa berikutnya ketika beliau di Mi’rajkan.  

Atas dasar pengalamannya itu,  maka bisa diketahui bahwa Nabi Ibrahim mengetahui tentang ilmu astronomi dan geologi,  sehingga Nabi Ibrahim berdo’a pada Surat/Ayat: 2/126 adalah wajar dan sesuai dengan pengetahuan Ibrahim yang ditunjukkan oleh Allah ketika Mi’raj itu.  (tentang Mi’raj Ibrahim akan dijelaskan keterangan lain). 

Disamping itu Ibrahimlah yang membangun Ka’bah yang ada di Mekkah atas perintah Allah yang kemudian dijadikan sebagai Kiblat Shalat untuk seluruh manusia di muka Bumi ini dan akan berlangsung sampai akhir zaman. 

Maka Ibrahimlah yang ditunjuk sebagai IMAM untuk seluruh manusia tercantum pada Surat/Ayat : 2/124.  Kota Mekkah itu pula yang oleh Allah dinyatakan sebagai ibu Negri,  berarti disana merupakan tempat pertama yang dihuni oleh manusia di muka Bumi ini (periksa Surat/Ayat : 42/7). 

Perhatikan Ayat-Ayat yang dimaksud :

Surat Al Baqarah (2) Ayat 124 :

Dan ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan Kalimat-Kalimat,  lalu disempurnakan semuanya,  DIA berfirman:”Sesungguhnya AKU menjadikan engkau IMAM bagi manusia,  Dia berkata:”Dan dari keturunanku ?” DIA berfirman:”Ketegasan-KU ini tidak akan mencapai orang-orang dzalim. 

Surat Syura (42) Ayat 7 :

Dan seperti itulah Kami wahyukan kepadamu Alqur’an berbahasa Arab,  agar engkau peringatkan (penduduk) ibu Negri (Mekkah) dan orang-orang sekelilingnya,  serta engkau peringatkan hari berkumpul (di Akhirat) yang tiada keraguan padanya.  Sebagian dalam surga dan sebagian dalam pembakaran.  

Maka ibu kota Negri di muka Bumi ini dulunya adalah di Mekkah,  karena memang disanalah manusia pertama dimuka Bumi ini bermukim,  yaitu Nabi Adam dan istrinya yang kemudian berkembang dan menyebar keseluruh muka Bumi.  Dari pengertian Ayat tersebut dapatlah dipahami bahwa dulunya pastilah Mekah itu merupakan pusat perkotaan. 

Adam dan istrinya ditempatkan sebagai manusia pertama di Bumi ini,  namun beliau didatangkan dari tempat lain artinya sebelumnya Adam dan istrinya bukanlah manusia Bumi.  Lalu dari mana sebenarnya Adam itu berasal,  benarkah dari Surga ? Sampai saat ini masih merupakan teka-teki yang belum terungkap secara ilmiah.  (Untuk mengetahui dari mana Adam,  bacalah tulisan kami yang berjudul :”Manusia pertama dalam Tatasurya kita”).   

Selama ini orang berkeyakinan bahwa Adam dan istrinya diturunkan dari Sorga karena melakukan kesalahan sehingga dipindahkan ke Bumi ini.  Pengertian seperti itu sudah hampir semua umat Islam mempercayainya. 

Padahal kalau orang menyadari bahwa yang namanya “SORGA” itu adanya nanti di Akhirat dan belum sekarang.  Oleh karena itu marilah kita coba unkapkan sekilas dengan meneliti Ayat Alqur’an yang terkait :

Perhatikan Ayat berikut dengan cermat :

Surat Al Baqarah (2) Ayat 30 :

Dan ketika Tuhanmu berkata kepada Malaikat:”Bahwa AKU akan menjadikan seorang Kholifah di Bumi,  Malaikat berkata:”Apakah akan Engkau jadikan orang yang melakukan kerusakan padanya dan pertumpahan darah ? Dan kami tasbih memuji-MU dan mensucikan-MU,  DIA berfirman:”Bahwa AKU mengetahui apa-apa yang tidak kamu ketahui”. 

Dari keterangan Ayat tersebut dapatlah dipahami bahwa memang sejak semula Adam sudah direncanakan Allah akan dijadikan Kholifah di Bumi,  dan pemberi tahuan itu kepada Malaikat dan bukan kepada Adam.  

Kalaua orang suka memperhatikan Surat/Ayat: 2/30 dapat dimengerti bahwa dulunya Adam juga hidup kongkrit seperti keadaan kita ini,  terbukti adanya istilah holifah bagi Adam dan pertumpahan darah yang dilihat Malaikat,  berarti waktu itu telah terjadi peperangan antar manusia dimana Adam berada.  

Hal itu dapat dianalisakan sebagai berikut :

1. Karena Adam direncanakan menjadi Kholifah di Bumi,  mestinya dia dalam wujud kongkrit sebagaimana manusia lain,  seperti halnya Daud yang juga dijadikan Kholifah di Bumi pada Surat/Ayat :38/26,  demikian juga banyak Kholifah yang ditentukan Allah menurut Ayat: 6/165,  7/69,  10/14,  10/73,  27/62 dan 35/39. 

 

2.  Kalau orang mau memperhatikan Surat/Ayat :3/59 dapatlah diketahui bahwa sejarah hidupnya Adam seperti Isa Almasih bin Maryam yaitu: bahwa Adam juga seorang Nabi dan Rasul,  maka Isa juga seorang Nabi dan Rasul.  Karena Isa lahir dari ibunya tanpa bapak,  maka mestilah Adam juga dilahirkan oleh ibunya tanpa bapak,  dan masih banyak kesamaan yang lain (untuk mengetahui hal ini lihat kterangan kami tentang : Memahami Diin Allah secara kaffah).

 

3. Sebelum dipindahkan ke Bumi,   Adam hidup dalam jannah yang selama ini diartikan Sorga,  tercantum pada Surat/Ayat: 2/35,  7/19,  20/117.  Seharusnya berarti KEBUN atau taman merupakan tanah yang subur sebagaimana di Bumi ini, karena memang Sorga itu adanya di kampung Akhirat dan bukan di Dunia ini.

 

4. Banyak istilah jannah dalam Alqur’an,  memang ada yang artinya “kebun” dan ada yang artinya “Sorga” untuk orang-orang Muttaqin nanti di Akhirat.  Namun karena Sorga itu adanya nanti di Akhirat,  maka tidak mungkin Adam berasal dari Sorga,  lalu Sorga yang mana ? Jannah yang berarti kebun banyak dalam Alqur’an yaitu pada Surat/Ayat :2/265,  6/141,  13/4,  23/19 dan masih banyak yang lainnya, silahkan teliti dengan cermat dan penuh kesadaran.

 

5. Perintah turun bagi Adam dan istrinya yang selama ini diasumsikan turun dari Sorga ke Bumi ini,  karena anggapan sebagian besar manusia bahwa Sorga itu ada di atas sana,  lalu disebelah mana ?

 

6. Akan tetapi kalau diteliti secara cermat,  bahwa yang dimaksud turun adalah memang benar-benar turun dari atas dipandang dari Tatasurya kita.  Artinya bahwa Adam itu berasal dari tempat tinggi dipandang dari Matahari sebagai pusat jatuh.  Sedangkan Bumi ini berada pada urutan ketiga diatas Matahari itu,  maka berarti Adam berasal dari planet yang berada di atas orbit Bumi.  Mengenai perintah turun dapat diperhatikan pada Surat/Ayat : 2/38,  7/24 dan 20/123.

 

7. Hal ini juga karena kebanyakan kita sangat dipengaruhi bahwa yang bermasyarakat manusia itu hanyalah di Bumi saja,  sehingga orang mengira bahwa semua planet selain Bumi ini dianggap kosong tanpa penghuni,  itulah sebabnya ketika ada keterangan bahwa Adam diturunkan berarti turun dari Sorga.  Kalau memang benar bahwa semua planet itu dibiarkan kosong tanpa penghuni,  untuk apa Allah menciptakan semua itu,  apakah hanya untuk hiasan saja ?

(Kajian Alquran secara Tematik di Sampaikan Drs Minardi Mursyid)

KEHIDUPAN SESUDAH MATI(Kajian AlQur’an tematis)

Pengertian tentang hidup sesudah mati masih terjadi pemahaman yang rancu antara kalangan umat Islam sendiri. Sementara ini banyak keterangan yang sering kita dengar bahwa nanti orang sesudah mati akan dibangkitkan hidup kembali, namun betapa keadaan orang yang dihidupkan kembali masih beda pemahaman antara yang satu dengan yang lain.

Hal demikian itu wajar-wajar saja karena setiap keterangan yang disampaikan itu tidak berdasarkan keterangan Allah dalam AlQur’an, tetapi hanya menurut cerita yang kemudian diulas panjang lebar berdasarkan katanya orang secara sambung bersambung dan tidak jelas sumber aslinya. Akibatnya banyak keterangan yang kita terima tidak rational dan sulit untuk dipikirkan serta tidak sejalan dan tidak sesuai dengan keadaan yang ada.

Dalam AlQur’an sering kita dapatkan keterangan Ayat-Ayat yang menyatakan bahwa manusia itu adalah dzalim dan bodoh. Agar manusia itu tidak dzalim Allah memberikan bimbingan berupa petunjuk AlQur’an sehingga kalau orang mengikuti petunjuk itu akan menjadi cerdas, maka kedzaliman dan kebodohan itu akan bisa diatasi dengan petunjuk Allah dalam AlQur’an itu.

Ada dua dimensi kehidupan yang kita ketahui dan sering kita dengar yaitu kehidupan DUNIA dan AKHIRAT. Pengertian inilah yang seharusnya dipahami dengan sebenarnya agar dengan begitu kita akan mendapatkan pemahaman yang sesuai dengan yang Allah jelaskan sehingga keimanan kita akan mantap.

Kehidupan Dunia adalah pada saat kita berada di muka Bumi ini, namun kita sudah mengetahui bahwa Dunia itu bukan hanya Bumi ini saja, tapi alam semesta itu. Sedangkan Akhirat adalah yang sering kita dengar sebagai ”Alam langgeng” atau ada kehidupan ”Sorga” di kampung Akhirat. Akan tetapi dalam pemahaman kampung Akhirat atau alam langgeng itu masih belum jelas, masih berbeda satu dengan yang lain dan bahkan banyak yang tidak masuk akal serta masih sangat sulit untuk dimengerti menurut yang sewajarnya.

Jika kita sering mendengar sambutan-sambutan dalam acara pemberangkatan jenazah, lalu ada keterangan bahwa si fulan telah pulang menghadap Allah, kembali ke alam langgeng, kemudian di do’akan agar si fulan bisa dimasukkan ke dalam Sorga. Dari keterangan ini dapat ditangkap suatu pengertian bahwa se-olah-olah disanalah tempat Sorga atau Neraka itu. Padahal Sorga dan Neraka itu adanya nanti di Akhirat dan bukan di-dalam kubur.

Memang keterangan itu ada benarnya juga, tetapi harus dilengkapi dengan keterangan yang rinci, bahwa kehidupan itu terjadinya setelah nanti dibangkitkan, baru disana ada yang dimasukkan ke Sorga atau ke Neraka tergantung dari amal yang dilakukan ketika hidup di dunia.

Memang pada kebanyakan umat Islam percaya bahwa nanti ada yang disebut alam langgeng, namun kebanyakan mereka mengira bahwa hidup disana hanyalah Ruh-nya saja, karena menurut kebanyakan mereka tidak mungkin orang yang mati bisa dihidupkan kembali. Orang tidak menyadari bahwa dulunya manusia tidak ada, lalu Allah mewujudkan, lalu apa sulitnya Allah menghidupkan orang yang dulunya DIA yang menciptakan ?

Surat Al Isra’ (17) Ayat 49 – 50 :

  • (49) : Mereka berkata :” Apakah ketika kami telah jadi tulang-belulang dan debu yang hancur, kami akan dibangkitkan menjadi ciptaan baru ?”
  • (50) : Katakanlah :” Jadilah batu atau besi.”

Buku ini terdiri dari 217 halaman 32 Bab.

DAFTAR ISI

I.  Kata Pengantar
II. Daftar isi

1.Kehidupan sesudah mati 1
2.Proses kejadian manusia 6
3.Kehidupan manusia dan lingkungan 8
4.Bumi hidup dengan air hujan 14
5.Alam semesta dan manusia dari Alma’I 17
6.Apakah Alma’i sama dengan air ? 25
7.Proses terjadinya kematian 45
8.Benarkah orang mati itu sakit sekali ? 53
9.Benarkah orang disiksa dalam kubur ? 57
10.Orang mati dan tidur perasaannya sama 59
11.Siksaan berlaku di dunia dan akhirat 62
12.Benarkah mayat itu hidup dalam kematian ? 66
13.Pengertian hidup dan mati 69
14.Kiamat itu besok pagi 71
15.Setiap orang ditempatkan program 73
16.Proses terjadinya kehancuran total 79
17.Apakah Mar’a itu ? 101
18.Apakah wujud sinar / cahaya itu ? 103
19.Apa wujud & fungsi Mar’a itu ? 106
20.Proses perjalanan Shuur 109
21.Bagaimana keadaan Sorga ? 113
22.Kapan berlakunya Kiamat ? 117
23.Benarkah orang di Neraka dipindah ke Sorga ? 121
24.Benarkah manusia nanti dikumpulkan di Mahsyar ?  127
25.Bagaimana kondisi penduduk Sorga ? 141
26.Apakah penduduk Sorga itu kerja ? 146
27.Benarkah penghuni Neraka yang paling banyak wanita ? 150
28.Benarkah Sorga itu goib ? 155
29.Bagaimana ada sungai dibawah Sorga ? 164
30.Benarkah manusia di Sorag ketemu Allah ? 166
31.Bagaimana keadaan Neraka itu ? 168
32.Pengertian atas dan bawah menurut Ilmu Pengetahuan? 180

Bagaimana perbandingan penduduk Sorga dan Neraka ?

Jawaban atas pertanyaan yang seperti itu, pastilah Allah menjelaskan dalam AlQur’an. Oleh karena AlQur’an itu datangnya dari Allah, sedangkan Sorga dan Neraka itu adalah Allah yang menciptakan. Untuk itu marilah kita lihat Ayat-Ayat AlQur’an yang menerangkan tentang itu.

Surat Al Jin (72) Ayat 24 :

Hingga ketika mereka melihat apa yang dijanjikan untuk mereka (di Akhirat nanti), maka akan tahulah mereka siapa yang lebih lemah sebagai penolong dan yang sedikit bilangannya.

Ayat ini memberikan isyarat bahwa Allah banyak menolong umatnya dan memberikan ampunan, sehingga bilangan manusia yang masuk Neraka ternyata lebih sedikit daripada yang masuk Sorga. Hal demikian karena banyak orang-orang yang mendapat pertolongan dan ampunan Allah lalu mereka bisa masuk ke Sorga, namun tidak ke Neraka dulu.

Untuk itu perhatikan Ayat-Ayat berikut ini :

Surat Al Waqi’ah (56) Ayat 10 – 14 :

  • (10) : Dan orang-orang yang berlomba, ya yang berlomba.
  • (11) : Itulah orang-orang yang di dekatkan.
  • (12) : Dalam Sorga-Sorga kenikmatan.
  • (13) : Sepertiga (1/3) dari manusia awwalun (sebelum topan Nuh).
  • (14) : Dan sedikit dari man usia akhirun (sesudah topan Nuh).

Surat Al Waqi’ah (56) Ayat 38 – 44 :

  • (38) : (Sorga) untuk kaum kanan (yamiin).
  • (39) : Sepertiga (1/3) dari manusia awwalun.
  • (40) : Dan sepertiga (1/3) dari manusia akhirun.
  • (41) : Dan kaum kiri, apakah kaum kiri itu (syimal) ?
  • (42) : Dan dalam tumpukan api dan dalam khayalan.
  • (43) : Dan naungan dari yang dikhayalkan.
  • (44) : Tiada yang dingin dan tiada yang mulia.

Marilah kita analisakan Ayat-Ayat diatas :

Manusia dikelompokkan menjadi tiga yaitu :

v       SAABIQUUN adalah para pejuang Muslim.

v       YAMIIN yaitu kaum kanan atau orang-orang yang patuh terhadap Tata Hukum Allah (Yamin bisa berarti Tata Hukum bisa kanan).

v       SYIMAAL yaitu kaum kiri berarti kaum yang menentang Hukum Allah.

Selanjutnya manusia terdiri dari :

v       MANUSIA PURBAKALA :  yaitu manusia sebelum topan Nuh yang disebut manusia AWWALUN.

v       MANUSIA SEKARANG : yaitu manusia sesudah topan Nuh sampai akhir zaman nanti yang disebut AKHIRUN.

 

Perhatikan skema berikut ini :

 

SAABIQUUN                   YAMIIN                    SYMAAL

 

AWWALUN       1/3  = 4/12                1/3 = 4/12                   1/3 = 4/12

AKHIRUUN      1/6  = 2/12                  1/3 = 4/12                              6/12

 

Golongan yang masuk Sorga adalah : SAABIQUN dan YAMIIN :

AWWALUN : 4/12 + 4/12      = 8/12

AKHIRUUN : 2/12 + 4/12      = 6/12

_________

Jumlah ………………………………..= 14/12 dibagi dua = 7/12.

Golongan yang masuk Neraka adalah SYIMAAL  :

AWWALUN : 4/12

AKHIRUN : 6/12

______

Jumlah ………= 10/12 dibagi dua    = 5/12.

Maka dapatlah diketahui bahwa penduduk SORGA  = 7/12 dari penduduk manusia, sedangkan penghuni NERAKA = 5/12 saja.

Untuk contoh kongkritnya adalah sebagai berikut :

Penduduk awalun lebih banyak daripada penduduk akhirun. Misalnya penduduk awalun dulunya adalah 600 milyard dan penduduk akhirun sampai akhir zaman adalah 300 milyard, maka berdasarkan perbandingan diatas adalah sebagai berikut :

SABIQUN                        YAMIN                  SYIMAL

Awwalun                    1/3                               1/3                             1/3

Akhirun                      1/6                               1/3                             3/6

Yang masuk ke Sorga : Penduduk awwalun = 2/3 x 600 m   = 400 milyard.

Yang masuk Neraka    : Penduduk awalun   = 1/3 x 600 m   = 200 milyard.

Yang masuk ke Sorga : penduduk akhirun   = 3/6 x 300 m    = 150 milyard.

Yang masuk Neraka    : penduduk akhirun   = 3/6 x 300 m    = 150 milyard.

Dari data yang ada bahwa total yang masuk Sorga awwalun dan akhirun adalah : 400 milyard  + 150 milyard = 550 milyard.

Sedang penduduk Neraka = 200 milyard + 150 milyard = 350 milyard.

Jumlah penduduk Sorga dan Neraka diatas hanyalah sekedar contoh agar mudah untuk menggambarkan. Yang jelas bahwa jumlah penduduk Sorga lebih banyak daripada penduduk Neraka.

Jika anda membaca Buku ini maka akan dapat mengetahui dengan jelas tentang keberadaan Sorga dan Neraka itu, karena selama ini kita barulah diberikan keterangan seolah bayangan, padahal sebenarnya Sorga dan Neraka adalah kongrit.

Disamping itu keterangan tentang kehidupan sesudah mati akan membawa kepada kita pada ilmu tingkat tinggi yang meliputi tentang proses terjadinya alam semesta, proses terjadinya manusia, proses kehancuran total tentang alam semesta, proses kematian dan kebangkitan, serta proses perwujudan kembali tentang alam semesta setelah dihancurkan, maka disana merupakan perwujudan terakhir, yang di dalamnya ada Sorga dan Neraka yang merupakan kampung Akhirat atau alam langgeng karena dia akan langgeng selamanya dan tidak ada lagi kerusakan.

Seluruhnya diterangkan menurut AlQur’an dimana Allah sendiri yang menerangkan secara logis dan sesuai dengan pemikiran manusia. Dengan membaca Buku itu diharapkan dapat mengetahui bahwa AlQur’an adalah benar-benar wahyu Allah, dimana Nabi Muhammad Saw hanyalah menerima dari Allah dan bukan yang menyusunnya.

Sebagai gambaran sekilas dapat diterangkan sebagai berikut :

Dulu manusia mati atau tidak ada, kemudian lahir dan hidup di dunia ini, kemudian nanti akan mati lagi, setelah itu nantinya akan dibangkitkan kembali. (periksa Surat/Ayat : 2/28 dan 40/11).

Alam semesta ini dulunya tidak ada sebelum diciptakan, kemudian Allah menciptakan maka jadilah alam semesta itu, kemudian suatu ketika akan dihancurkan yang AlQur’an menggunakan istilah “Yaumus Sa’ah” (Hari kehancuran total), dan setelah itu alam semesta itu akan diproses ulang dan diwujudkan kembali menjadi perwujudan yang terakhir yang biasa kita kenal dengan istilah “Yaumul Qiyamah” atau Hari kiamat atau Berbangkit.

Qiyam maksudnya berdiri, dimana alam semesta setelah kehancuran akan di-berdirikan kembali dengan istilah Qiyamat, sedangkan Hari berbangkit yaitu manusia yang mati akan dibangkitkan hidup kembali setelah Qiyamat selesai. Seperti itulah yang sebenarnya kejadiannya nanti, tetapi selama ini istilah Sa’ah disamakan dengan Qiyamat. Padahal Sa’ah adalah kehancuran, sedang Qiyamat adalah berdiri.

ISLAM BUKAN TERORIS(Kajian AlQur’an tematis)

Akhir-akhir ini banyak terjadi pemboman dimana-mana oleh orang-orang yang tidak dikenal yang berakibat banyak orang-orang yang mati akibat bom itu, baik di Negara Indonesia sendiri, maupun di Negara-Negara lain terjadi dan sangat sulit untuk diidentifikasi, sebenarnya siapa pelakunya ?

Bencana Alam muncul dimana-mana, baik itu berupa gempa Bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, wabah penyakit yang sulit diobati silih berganti, peperangan yang tak kunjung henti, pertentangan antar partai dan golongan semakin nyata dan sulit untuk dihindarkan, sementara disuatu tempat tertentu kekeringan tapi ditempat lain kebanjiran, ada daerah yang kelaparan sementara daerah lain sangat subur dan makmur, pesawat jatuh silih berganti, Kapal dilaut tenggelam di berbagai daerah yang banyak menelan korban.

Akhir-akhir ini banyak jenis penyakit melalui binatang liar, maupun binatang ternak, seperti anjing gila, antrak, flu burung yang menjalar ke babi, yang ada pada manusia berupa dulunya penyakit raja singa, sekarang ada penyakit yang sulit diobati berupa HIV yang menjurus pada AIDS yang masih belum diketemukan obatnya. Semua itu akan berjalan sesuai dengan kecerdasan manusia yang ditampilkan dengan kecerdasan otaknya, tetapi karena mungkin banyak diantara kita yang melupakan Allah yang menciptakannya semua itu muncul silih berganti dan sulit untuk diatasi dan di tanggulangi.

Sementara ini perkembangan Tekhnologi berkembang pesat, namun belum banyak diantara manusia yang mengadakan pemikiran tentang semua peristiwa yang terjadi dengan kemungkinan penyebab menurut garis ketentuan yang ditetapkan oleh Allah. Hampir mayoritas manusia hanya menganalisa dengan kecerdasan penalarannya dan bukan kesadaran hati nuraninya. Orang mengira bahwa semua kejadian itu dianggap hanya sebagai peristiwa alam biasa, dan tidak ada hubungannya dengan ketentuan Allah. Padahal sesungguhnya semua itu AlQur’an sebagai Petunjuk Allah, sudah banyak memberikan keterangan, namun mungkin saja karena kurangnya perhatian di antara kita, akibatnya perjalanan yang kelirupun dianggap benar. Hal seperti itu dikarenakan kita sudah terlanjur di kondisikan oleh suatu sistem yang sudah terprogram berjalan ber-tahun-tahun sehingga semuanya sudah dianggap baku dan benar. Padahal kita diingatkan agar menjadi orang yang tidak boleh taklid buta, artinya adalah bersikap kritis namun yang obyektif. Dengan demikian semua akan nberjalan sesuai dengan perkembangan pemikiran seseorang dan tidak akan terjadi suatu kemacetan.

TERORIS SELALU DIALAMATKAN KEPADA ORANG ISLAM.

Dalam berbagai berita yang sudah berkembang, bahwa seolah-olah yang melakukan teror itu adalah “ORANG ISLAM”. Teroris yang sekarang berkembang diberbagai Negara tentang adanya bom oleh orang yang tidak dikenal, juga bom bunuh diri yang kemudian menimbulkan banyak korban dinyatakan oleh banyak kalangan bahwa pelakunya adalah orang Islam. Sebagai orang Islam, kami merasa sangat prihatin, benarkah orang Islam melakukan hal yang seperti itu ? Atau mungkinkah Islam mengajarkan  hal yang seperti itu ? Untuk apa dulunya Allah menciptakan manusia, apakah hanya untuk melakukan teror, padahal Islam adalah agama Allah ? Allah tidak  mungkin menyuruh umatnya untuk melakukan teror seperti itu.

Bahkan di Negara-Negara Timur Tengah banyak yang melakukan bom bunuh diri dengan tujuan untuk membunuh orang lain dalam jumlah yang banyak, itu juga menurut beritanya dilakukan oleh orang Islam, padahal kejadian itu di Negara yang berdasarkan ajaran Islam dan yang meninggal selain yang bunuh diri itu juga kebanyakan orang Islam. Mungkinkah hal seperti itu terjadi, lalu apa yang menjadi penyebabnya ?

Sebenarnya kalau orang mengetahui tentang Sejarah hidupnya serta asal usulnya, orang akan mengetahui apa yang sebenarnya yang harus dilakukan, apalagi kalau orang mau mengerti bahwa semenjak manusia ini diciptakan oleh Allah sudah dilengkapi dengan petunjuk hidup. Maka siapa saja yang mengikuti petunjuk hidup itu akan bisa mengerti bagaimana sebenarnya kita sebagai manusia yang diciptakan Allah harus menjalani kehidupan ini ? Apa artinya dunia ini diciptakan oleh Allah kalau hanya untuk saling membunuh yang menurut pengakuan mereka untuk mencapai Surga ? Benarkah mereka yang melakukan pemboman itu sudah bisa memahami dengan sesungguhnya bagaimana kondisi Surga di Akhirat nanti ? kalau belum, kan berarti hanya melakukan sesuatu berdasarkan dugaan tanpa menggunakan landasan yang jelas. Karena Surga itu Allah yang menciptakan tentu orang harus mengkaji keterangan yang disampaikan oleh yang menciptakan yaitu Allah. Keterangan Allah itu semuanya sudah dituangkan dalam AlQur’an seutuhnya.

Lalu kapan orang-orang yang melakukan pemboman dengan kucing-kucingan itu pernah belajar petunjuk Allah itu ? Cukupkah hanya dengan sembunyi-sembunyi seperti itu mampu mempelajari kandungan AlQur’an secara menyeluruh ? Kita harus sadar bahwa dulunya Muhammad selaku Nabi yang menerima wahyu saja menerima AlQur’an selama hampir 23 tahun, dengan seluruh Ayatnya 6.348 Ayat. Sudahkah kita mempelajari keseluruhannya ? atau mungkin yang dipelajari hanya yang menyangkut masalah perang saja ?

Padahal banyak hal yang dijelaskan AlQur’an yang menyangkut berbagai Ilmu Pengetahuan tingkat tinggi, tidakkah kita menyadari ? Sudahkan kita menemukan hal-hal yang berkaitan gan Tekhnologi itu ? kalau belum kan berarti dalam kita mempelajari belum secara kaffah, padahal AlQur’an menyuruh seperti itu. Untuk itu perhatikan Ayat berikut :

Surat Al Baqarah (2) Ayat 208 :

Wahai orang-orang beriman, masuklah ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan jangan mengikuti langkah-langkah setan, bahwa setan itu musuh yang nyata bagimu.

Maka kalau orang masuk ke dalam ajaran Islam secara kaffah, semestinya dari 6.348 Ayat itu hendaklah dipelajari secara keseluruhan , maka disana akan ditemukan hal-hal yang sangat luar biasa, dan bukan hanya masalah perang atau membunuh sebagaimana yang sering kita dengar. Orang mengira bahwa dengan membunuh orang lain seperti itu akan masuk Surga. Itu menandakan bahwa dalam mempelajari petunjuk Allah itu belum secara kaffah dan masih dicampur dengan keterangan yang disusun oleh manusia dan bukan Ayat AlQur’an. Yang demikian itulah yang menjadikan kita keliru mengambil suatu keputusan tidak di sadari.

MANUSIA TERCIPTA DARI SATU DIRI.

Dulunya manusia itu sebenarnya diciptakan oleh Allah berasal dari diri yang satu yang kemudian dijadikan berkembang biak menjadi lelaki dan perempuan yang sekarang menghuni di Bumi yang kita diami bersama ini. Untuk itu perhatikan Ayat berikut untuk bahan pemikiran :

Surat An Nisa’ (4) Ayat 1 :

Wahai manusia, taqwalah (insyaflah =sadarlah) pada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari “diri yang satu”, dan DIA ciptakan daripadanya pasangannya, dan DIA kembang biakkan dari keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan taqwalah (insyaflah = sadarlah) kepada Allah yang kamu meminta pada-NYA dan berkasih sayang. Sesungguhnya Allah adalah penjaga (pengawas) atasmu.

Surat Al A’raf (7) Ayat 189 :

DIA-lah yang menciptakan kamu dari “diri yang satu”, dan DIA jadikan daripadanya pasangannya, agar kamu tinggal bersamanya. Maka tatkala dia (pasangan itu) menutupinya (nafsin wahidatin) hamilah dia dengan kandungan ringan, maka berlalulah dia dengannya (kandungannya itu). Maka ketika telah memberat (kandungannya), keduanya menyeru kepada Allah, Tuhan mereka, jika sekiranya Engkau berikan kepada kami anak yang sholeh, akan jadilah aku termasuk orang-orang yang bersyukur.

Surat Al Baqarah (2) Ayat 213 :

Manusia itu adalah umat yang satu, lalu Allah membangkitkan Nabi-Nabi yang memberi kabar gembira dan peringatan, dan menurunkan bersama mereka (Nabi-Nabi) Kitab  secara haq, agar menghukum (dijadikan hukum) diantara manusia tentang apa-apa yang mereka perselisihkan padanya. Dan tidaklah berselisih padanya kecuali orang-orang yang didatanginya sesudah datang pada mereka keterangan lantaran kedengkian diantara mereka. Maka Allah menunjuki orang-orang beriman untuk apa yang mereka perselisihkan padanya dari yang haq atas ijin-NYA. Allah menunjuki siapa yang DIA kehendaki kepada Shirothol Mustaqim.

Ayat tersebut dapat dipahami sebagai berikut :

  • Bahwa dulunya asal-usul manusia adalah berasal dari diri yang satu, artinya sesuatu yang seharusnya tidak terpisahkan, karena berasal dari unsur yang sama, kemudian berkembang menjadi banyak atas kehendak Allah melalui berpasangan antara lelaki dan wanita.
  • Kalau sesuatu yang berasal dari unsur yang sama mestinya mempunyai sifat yang sama dan saling membutuhkan serta saling membantu dan saling melengkapi dan tidak saling bertengkar untuk berpisah. Yang demikian itu adalah naluri yang sebenarnya harus berlaku.
  • Kalau dikemudian hari, sesuatu yang satu atau sama tadi menjadi berobah, karena mungkin saja telah terkontaminasi dengan keadaan di sekitarnya , sehingga sifat yang asli sudah dipengaruhi oleh kondisi yang ada dalam kurun waktu yang cukup panjang. Akibatnya tanpa disadari keadaan manusia itu akan berobah dan menyesuaikan dengan keadaan yang ada dalam lingkungan di sekitarnya itu.
  • Kalau kebetulan keadaan itu baik, maka mestinya manusia itu akan menjadi baik, dan kalau keadaan itu tidak baik, maka secara perlahan manusia akan terpengaruh oleh keadaan yang sebenarnya dan bergeser pada apa yang dilakukan walaupun bertentangan dengan nuraninya sendiri,atau dengan keadaan awalnya dulu. Tetapi karena keadaan yang seperti itu tidak diperhatikan maka semuanya akan berjalan seolah-olah biasa-biasa saja tanpa di sadari.
  • Selanjutnya dinyatakan bahwa sebenarnya manusia itu adalah umat yang satu. Artinya bahwa umat dari dulu sampai sekarang itu disamping berasal dari diri yang satu, juga merupakan umat yang satu. Hal demikian kemudian Allah membangkitkan Nabi-Nabi yang dilengkapi dengan Kitab untuk menerangkan tentang perselisihan mereka. Hal-hal yang tidak bisa diselesaikan hanya karena adanya unsur kedengkian diantara mereka.
  • Semua Nabi itu kemudian juga ditugaskan untuk memberi peringatan dan kabar gembira kepada masyarakat kaumnya agar tidak terjadi perselisihan itu. Petunjuk yang diberikan juga sama karena datang dari Allah yang satu yaitu yang dinamakan Shirothol Mustaqim. Kalau sekiranya Petunjuk yang disampaikan oleh para Nabi itu diikuti tentu saja tidak akan terjadi perselisihan yang berkepanjangan.

Sebenarnya Allah sudah memberikan perangkat yang lengkap semenjak manusia diciptakan, berupa petunjuk yang diturunkan berupa wahyu melalui para Nabi. Akan tetapi kebanyakan manusia itu lebih cenderung larut kedalam situasi lingkungan tadi, maka akibatnya petunjuk itu tidak diperhatikan, bahkan cenderung mengikuti pemikirannya sendiri atau pemikiran kebanyakan orang, akibatnya kita melakukan kesalahanpun tanpa disadari.

Selengkapnya ada 11 Bab dan 126 Halaman.

Buku ini memberikan keterangan bahwa sebenarnya kalau orang-orang Islam benar-benar konsekuen dengan AlQur’an yang berfungsi sebagai petunjuk, maka akan diketahui bahwa sebenarnya Allah tidak pernah mengajarkan adanya teroris itu.

Bahkan sebaliknya, ketika orang memahami Alqur’an secara kaffah, akan diketahui bahwa Islam mengajarkan suatu kedamaian, persatuan dan kesatuan dalam berbagai bidang, karena semua manusia di muka Bumi ini dulu berasal dari diri yang satu, kemudian jadi ummat yang satu.

Dan kalaupun kemudian terjadi perselisihan hanyalah karena adanya unsur kedengkian antara kelompok yang satu dengan yang lainnya, sebagaimana diterangkan dalam Surat Al Baqarah (2) Ayat213 diatas.

MASYARAKAT MANUSIA DI PLANET LUAR BUMI MENURUT AL QUR’AN(Kajian AlQur’an tematis)

Allah menciptakan manusia sudah dilengkapi dengan Petunjuk-Nya, sehingga manusia tidak perlu repot-repot mencari atau menyusun Hukum dalam menjalani hidupnya, bahkan tinggal meneliti dan mempelajari Petunjuk Allah untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.  Bahkan Hukum Allah itu menerangkan hal-hal yang berlaku sampai nanti kehidupan di Akhirat.

Dalam era globalisasi dan informasi sudah saatnya bagi umat Islam untuk berpikir kritis dan dinamis demi kemajuan Islam. Hal yang perlu dipahami bahwa sesungguhnya Al Qur’an bukan hanya menerangkan ibadah saja, tetapi lebih jauh dia juga menerangkan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu tingkat tinggi yang justru lebih lengkap dan sempurna.

Akan tetapi selama ini yang dipelajari para ilmuwan Muslim baru sebatas hal yang berkaitan dengan ibadah, dikiranya Al Qur’an tidak mampu menerangkan hal-hal berkaitan dengan segala yang ada di semesta. Padahal kalau Al Qur’an dipahami dengan sungguh-sungguh maka akan muncul Sarjana-sarjana Al Qur’an dari berbagai disiplin ilmu yang berkualitas tinggi dan handal. Dengan begitu Ilmu Pengetahuan akan maju pesat sejalan dengan tingkat kemampuan dalam pemahaman Al Qur’an oleh para pemeluk Islam atau para Ilmuwan itu sendiri.

Kenapa demikian?

Karena proses dan langkah yang dilakukan oleh orang yang memahami Al Qur’an akan berbeda dengan yang tidak memahami. Setiap orang Islam yang memahami Al Qur’an dalam melakukan penelitian tentang apapun senantiasa mendasarkan Petunjuk Allah dalam Al Qur’an, sehingga semuanya akan berjalan dengan kepastian dan tidak meraba-raba. Sementara orang yang tidak mengenal Al Qur’an akan berjalan dengan mencari-cari dan meraba-raba walaupun akhirnya diantara mereka juga ada yang menemukan tapi prosesnya sangat panjang dan cukup lama.

Al Qur’an merupakan wahyu dari Allah yang sengaja diturunkan sebagai petunjuk bagi semua manusia sampai akhir zaman. Petunjuk itu meliputi ibadah, muamalah dan juga tentang berbagai Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi tingkat tinggi termasuk didalamnya tentang ruang angkasa. Namun pada umumnya manusia kurang mengerti makna dari petunjuk itu, sehingga mereka memahami dengan cara-cara tradisional dengan melakukan upacara-upacara tertentu secara turun temurun, secara hafalan tanpa mengetahui apa yang mereka hafal itu. Cara seperti itu berjalan sangat lamban tanpa perkembangan bahkan cenderung mundur. Hal seperti itu sudah berjalan cukup panjang selama ratusan atau mungkin sudah ribuan tahun, karena memang Al Qur’an diturunkan hampir 1.500 tahun yang lalu.

Dalam Buku tersebut diterangkan tentang konsep “alam semesta“, sehingga kita akan punya pandangan yang sangat luas tentang wilayah kekuasaan Allah. Selama ini kita baru dikenalkan dengan Bumi dan sekitarnya, sehingga pandangan kita tentang Allah Rabbul ‘alamiin masih disempitkan dengan wilayah Bumi. Hal demikian mengakibatkan bahwa AlQur’an itu seolah hanyalah berlaku untuk manusia Bumi.

Padahal alam semesta itu begitu luasnya yang semuanya merupakan wilayah kekuasaan Allah. AlQur’an akan membuka cakrawala pandang yang sangat luas, seluas wilayah kekuasaan Allah, yaitu semesta alam dan bukan hanya Bumi yang sempit ini bila dibanding dengan alam semesta itu. Bumi kita ini hanyalah salah satu dari planet-planet dalam Satu Solar System kita, padahal setiap bintang di angkasa itu adalah satu Solar System, sama dengan matahari kita itu…………….dst

(Kajian Alquran secara Tematik di Sampaikan Drs Minardi Mursyid)

 

MANUSIA PERTAMA DALAM TATASURYA KITA(Kajian AlQur’an tematis)

Setelah kita mengetahui bahwa ternyata disetiap Planet itu juga bermasyarakat manusia seperti halnya yang ada di Bumi ini,maka kemudian muncul pertanyaan :”Lalu siapakah sebenarnya manusia pertama yang diciptakan Allah? “ Yang ada di Bumi ini atau mungkin yang ada di Planet lain ? Benarkah Adam itu sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah dijagad raya ini ?

Jawaban atas pertanyaan ini memang cukup rumit, karena keterangan Alqur’an tentang adanya makhluk manusia di Planet lain selain planet Bumi ini masih banyak diantara kita yang belum bisa menerima atau mempercayainya, termasuk didalamnya orang-orang Islam sendiri walaupun yang menerangkan adalah Alqur’an sebagai Kitab Suci umat Islam.

Hal demikian memang wajar-wajar saja,karena selama ini hampir mayoritas umat Islam sudah dimantapkan adanya suatu cerita walaupun keterangan yang disampaikan oleh orang yang dipercaya dikalangan umat Islam yaitu para Ustadz, Mubaligh atau yang disebut Kyai yang mempunyai pengaruh sangat besar dikalangan masyarakat baik masyarakat awam maupun para ilmuwan ataupun para Sarjana. Sehingga apapun yang dikatakan mereka seolah semuanya sudah dianggap kebenaran yang pasti,karena itu tidak seorangpun yang berani membantahnya.

Namun sebenarnya kalau orang mau secara cermat memperhatikan keadaan disekitar kita bahwa keilmuan manusia itu datang dari Allah dan dibukakan secara bertahap dan tidak sekaligus sejalan dengan kesanggupan manusia itu sendiri dalam melakukan penelitian dan pengkajian serta mempelajari tentang berbagai hal yang kemudian akan dibukakan Allah melalui pemahamannya itu.

Sekarang ini Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi telah berkembang sangat pesat bahkan lebih cepat dari pemikiran orang-orang yang menemukan Tekhnologi itu sendiri. Bayangkan saja dalam kondisi biasa orang bisa bicara dengan orang lain diberbagai belahan Bumi ini dengan alat yang kelihatannya sangat sederhana seperti Hand Pone dan banyak alat-alat canggih lainnya yang sulit dipahami dengan cara berpikir asal-asalan,tetapi harus dengan pemikiran secara serius.

Selama ini juga banyak diantara kita yang kurang serius dalam memikirkan Petunjuk Allah yanag berupa Kitab Suci Alqur’an yang merupakan Wahyu yang datang dari Allah serta telah menerangkan berbagai persoalan, namun kenyataannya banyak diantara kita umat Islam sendiri yang masih meragukan tentang kemampuan Alqur’an, terbukti banyak diantara saudara kita yang menganggap bahwa Alqur’an itu masih wungkul, mentah, kurang lengkap dan yang lain maka akibatnya Alqur’an ditinggalkan.

Disamping itu orang mengira bahwa Alqur’an dianggap hanya menerangkan tentang Ibadah saja, padahal sesungguhnya Alqur’an itu banyak menerangkan tentang Ilmu Pengetahuan tingkat tinggi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Allah menerangkan bahwa manusia itu berasal dari  ‘DIRI YANG SATU’ yang kemudian atas ketentuan Allah berkembang biak menjadi berbagai bangsa, dengan bermacam bahasa dan warna kulit sebagaimana keadaannya sekarang ini.

Namun demikian ada juga yang berpendapat bahwa manusia itu adalah hasil evolusi monyet, walaupun pendapat itu hanyalah dugaan tanpa dasar yang jelas, akan tetapi nyatanya banyak juga yang mempercayainya terutama masyarakat Barat.

Untuk penganalisaan secara ilmiah tentang kejadian manusia mestilah harus ditanyakan kepada yang menciptakan manusia itu sendiri yaitu Allah Swt. Sedangkan semua keterangan yang bisa menjawab semua pertanyaan itu Allah telah menerangkan secara keseluruhan dalam Kitab Suci Alqur’an.

Ada beberapa istilah dalam Alqur’an yang harus dipahami secara cermat dan hati-hati,yaitu istilah yang berkaitan dengan asal-usul manusia pertama,baik menurut pendapat masyarakat pada umumnya maupun masyarakat Islam sendiri. Karena faktanya dilapangan banyak istilah-istilah yang berkembang dan sudah dianggap benar tetapi setelah diteliti berdasarkan Ilmu Pengetahuan ternyata tidak sesuai.

Padahal kalau orang suka berpikir dengan hati yang jernih bahwa tidak mungkin kalau semua keterangan Alqur’an itu bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan, karena dia adalah merupakan Petunjuk termasuk didalamnya tentang Ilmu Pengetahuan itu.

Maka kalau ada keterangan tentang Alqur’an dan tidak sesuai dengan Ilmu Pengetahuan maka hendaklah kita mengadakan koreksi ulang pastilah disana ada hal-hal yang belum sesuai dengan yang dimaksudkan Allah.

Banyak Ayat dalam AlQur’an bahwa yang ada kehidupan itu hanyalah di samawat dan Bumi. Lalu apakah samawat itu langit ? Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu, AlQur’an menjelaskan, karena kadang istilah bahasa yang dimaksudkan oleh Allah tidak sesuai dengan yang dipahami oleh bahasanya manusia.

Untuk mendapatkan pengertiannya, maka Allah menjelaskan dengan Ayat yang lain yang berkaitan dan saling menerangkan. Itulah pemahaman AlQur’an secara tematis. Dalam AlQur’an jarang sekali satu Ayat menerangkan berbagai persoalan, tetapi dengan diterangkan dalam Ayat lain yang letaknya berjauhan.

Perhatikan Ayat berikut :

Surat Ali Imran (3) Ayat 83 :

Apakah selain Diin (Agama) Allah yang mereka cari ? Padahal bagi-NYA telah Islam orang-orang di samawat dan di Bumi dengan patuh dan terpaksa, dan kepada-NYA mereka dikembalikan.

Surat An nahl (16) Ayat 49 :

Dan untuk Allah bersujud apa yang di samawat dan apa yang di Bumi dari dabbah (makhluk berjiwa) dan Malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri.

Istilah dabbah silahkan periksa Surat Asy Syura (42) Ayat 29, Surat An Nuur (24) Ayat 45, Surat Al Anfal (8) Ayat 22 dan Surat Al Anfal (8) Ayat 55.

Kalau dilihat dalam Kamus, maka dabbah adalah binatang melata. Kalau sekiranya binatang melata bisa hidup di samawat, tentu saja makhluk lain termasuk manusia juga bisa hidup disana. Padahal dalam Surat An Nuur (24) Ayat 45, dinyatakan bahwa dabbah itu terdiri dari yang berjalan atas perutnya, yang berjalan dengan dua kaki dan yang berjalan dengan empat kaki. Itulah sebabnya pemahaman tentang suatu Ayat hendaklah dikorelasikan dengan Ayat lain, barulah akan membentuk pengertian yang jelas.

Tentang samawat AlQur’an memberikan penjelasan tersendiri, dan setelah diperhatikan dia bukan langit. Dan seluruh AlQur’an menerangkan bahwa yang ada kehidupan hanyalah samawat dan Bumi. Kalau samawat selalu disejajarkan dengan Bumi, tentu saja mempunyai makna yang bersamaan. Sedangkan di Matahari, Bintang-bintang, Bulan (Qomar) tidak pernah diterangkan adanya kehidupan itu.